Ini Adalah Diriku
Aku lah yang hidup diantara runtuhnya hati
Akulah yang hidup ditengah kesunyian malam
Akulah yang berdiri di pucuk kepedihan
Sakit kian gerogoti aku
Pedih kian sambut diriku
Aku hanya berpasrah
Ditepi kekuatan palung raga orang lain
Aku hanya berharap
Semoga palung itu tak akan penah hempaskan diriku
Yunda…
Aku hanya dapat tuliskan disini
Kecintaanku padamu
Agar raga yang ku punya tak cepat fana….
Yunda…
Detakanlah jantungku dengan kasih sayangmu
Denyutkanlah nadiku dengan cinta tulusmu
Alirkanlah darahku dengan lantun doa atas Nya
Lindungi aku segera dikala aku tergores luka
Aku sayang Yunda………
Untuk Dirimu Cinta
Lenyap sedih kegelapan dalam jiwaku
Sejak kau hadir dalam hidupku
dan
Kau pun sebarkan sejuta cahaya cinta
Disetiap relung jiwaku
Dihatiku hanya ada namamu
“Yunda Tercinta”
Kasih Sahabat
Bila disini ku ukir sebuah cita,hasrat dan keinginan
Melekat erat bagai bernyawa
Bertajub intan
Bersinyalir permata
Ku ingin kau menjaga
Segenap rasa cinta
Dengan secercah cahaya
Dengan semerbak harum kencana
Merasuk jiwa
Basuh sukma
Ungkap rasa
Dengan tutur-tutur indah
Menawarkan makna suci
Oleh ini
Raga
Aku jaga dirimu
Dirimu jaga diriku
Hingga dua kekuatan kasih berpadu
Doa Bintang Kecil
Bintang kecil mengintip di balik awan kelabu
Bintang kecil tetap tersenyum ingin rasanya mendekat ke bulan
Bintang kecil kecewa karena telah banyak bintang-bintang bersinar
menemani Sang Rembulan
Bintang kecil bersinar redup…….tapi tetap ada
Bintang itu tetap bersinar
Harapannya hanya satu
“Bintang Kecil Berdoa Ingin Bulan Lebih Bahagia”
Hari Ini Untuk Hari Esok
Hidup adalah senyawa
Yang harus di tempuh
Dengan sejuta makna
Bersanding di dunia fana
Untuk kembali hidup
Di alam yang baqa
Meski sulit
Ini harus terlampau
Hari ini adalah
Hidup untuk hari esok
dan hari esok adalah
Hidup untuk hari lusa
Lusa Hidup untuk masa depan
“Mungkinkah Masa Depan?”
Mungkin
“Apabila masa depanku surut?”
Tetaplah tempuh
“Tapi aku sirna,mati..
Mengapa mesti hidup?”
Karena kematian adalah
jembatan hidup yang kekal
Cagar Hidup di Alam Senja
Ku manja diriku ini kumanja
Jiwa,raga dan keutuhan di dalamnya
Kasih ini kasih
Bercermin dahaga
akan sebuah nyawa
Takut hati ini takut
Berada di dalam kasih perhitungan Tuhan
Lemas kaki ini lemas
Di jurang-jurang maut
Nyaris…..
Aku teriris
Berkedip sedikit
kemudian
Tersalib
dan
Aku
Hilang
Dataran Lembah Hati
Hari ini kutuahkan
Secarik naskah pena
Berbuai di tubuh insan yang berharga
Disini ku lihat dirimu
Berkeluh tangis baur derita
Tragis kian
Aku pun tanggap
Coba bangkitkan ragamu
Dari cabik-cabik siksa
Memelukmu
Mengusap asin keringatmu
Membersihkan amis darahmu
Jangan kau terburu lagi
Oleh takut dan kebencian
Karena ada ku disini
Senantiasa dampingi dirimu
Di dataran lembah hati
Kesucian kasih terlimpah
Untuk sosok karib
Singgahan hidup
Menyembuhkan bukan Melawan
Sakit itu
peristirahatan sejenak dari Tuhan
agar hamba tak sesat jalan hidupnya
Sakit itu bukan dilawan
namun sakit disembuhkan
Disanapun terdengar
bisik-bisik sebuah tanya
”hai sakitku berakar mati,naifkah aku menyembuhkannya?”
Ya
itu jawabku
“Sakitku ini t’lah terpenggal kematian,sembuh itu kemunafikan”
Sembuh itu bukan kemunafikan
Matimu adalah jalan
Menuju kehidupan nan kekal
Menggembala Naluri Jiwa
Apakah arti hari ini
‘pabila masaku
kian lama kian menganga
kian detik tak lagi berharga
Apakah arti hari ini
‘pabila runtun dari arwahku
diperhitungkan
Tuhan…
Engkau yang berkuasa
atas kemulyaan detak jantung
di tubuh fanaku ini
atas berharganya denyut nadi
di urat ini
dan
atas segumpal darah yang mengalir
di sekujur tulang putih ini
Adakah senja esok sambut aku
Adakah dera angin malam untukku
dan
Adakah tidur untuk terbangun
atas diriku
Bersanding di Nisan Tua
Kala mungkin takdir ini
Merenggut di atas sebuah jiwa
Kembali kesebuah alam
dan
Membahana
Ku coba nikmati hiruk pikuk
kesenangan berarti…
Hitung masa dimana aku pergi…
Hitung detik dimana aku mati…
Kini ku coba biarkan…
Kidung ku bersinyalir
dengan raga-raga yang lain…
Agar tusuk lantunnya…
Coba menjantungi dunia…
April 27, 2008