Ini Adalah Diriku

Posted On April 27, 2008

Disimpan dalam Uncategorized

Comments Dropped tinggalkan tanggapan

Aku lah yang hidup diantara runtuhnya hati

Akulah yang hidup ditengah kesunyian malam

Akulah yang berdiri di pucuk kepedihan

Sakit kian gerogoti aku

Pedih kian sambut diriku

Aku hanya berpasrah

Ditepi kekuatan palung raga orang lain

Aku hanya berharap

Semoga palung itu tak akan penah hempaskan diriku

Yunda…

Aku hanya dapat tuliskan disini

Kecintaanku padamu

Agar raga yang ku punya tak cepat fana….

Yunda…

Detakanlah jantungku dengan kasih sayangmu

Denyutkanlah nadiku dengan cinta tulusmu

Alirkanlah darahku dengan lantun doa atas Nya

Lindungi aku segera dikala aku tergores luka

Aku sayang Yunda………

Untuk Dirimu Cinta

Posted On April 27, 2008

Disimpan dalam Puisi Persahabatan

Comments Dropped tinggalkan tanggapan

Lenyap sedih kegelapan dalam jiwaku

Sejak kau hadir dalam hidupku

dan

Kau pun sebarkan sejuta cahaya cinta

Disetiap relung jiwaku

Dihatiku hanya ada namamu

“Yunda Tercinta”

Kasih Sahabat

Posted On April 27, 2008

Disimpan dalam Uncategorized

Comments Dropped tinggalkan tanggapan

Bila disini ku ukir sebuah cita,hasrat dan keinginan

Melekat erat bagai bernyawa

Bertajub intan

Bersinyalir permata

Ku ingin kau menjaga

Segenap rasa cinta

Dengan secercah cahaya

Dengan semerbak harum kencana

Merasuk jiwa

Basuh sukma

Ungkap rasa

Dengan tutur-tutur indah

Menawarkan makna suci

Oleh ini

Raga

Aku jaga dirimu

Dirimu jaga diriku

Hingga dua kekuatan kasih berpadu

Doa Bintang Kecil

Posted On April 27, 2008

Disimpan dalam Puisi Persahabatan

Comments Dropped tinggalkan tanggapan

Bintang kecil mengintip di balik awan kelabu

Bintang kecil tetap tersenyum ingin rasanya mendekat ke bulan

Bintang kecil kecewa karena telah banyak bintang-bintang bersinar

menemani Sang Rembulan

Bintang kecil bersinar redup…….tapi tetap ada

Bintang itu tetap bersinar

Harapannya hanya satu

“Bintang Kecil Berdoa Ingin Bulan Lebih Bahagia”

Hari Ini Untuk Hari Esok

Posted On Februari 28, 2008

Disimpan dalam Puisi Kematian

Comments Dropped tinggalkan tanggapan

Hidup adalah senyawa

Yang harus di tempuh

Dengan sejuta makna

Bersanding di dunia fana

Untuk kembali hidup

Di alam yang baqa

Meski sulit

Ini harus terlampau

Hari ini adalah

Hidup untuk hari esok

dan hari esok adalah

Hidup untuk hari lusa

Lusa Hidup untuk masa depan

“Mungkinkah Masa Depan?”

Mungkin

“Apabila masa depanku surut?”

Tetaplah tempuh

“Tapi aku sirna,mati..

Mengapa mesti hidup?”

Karena kematian adalah

jembatan hidup yang kekal

Cagar Hidup di Alam Senja

Posted On Februari 28, 2008

Disimpan dalam Puisi Kematian

Comments Dropped tinggalkan tanggapan

Ku manja diriku ini kumanja

Jiwa,raga dan keutuhan di dalamnya

Kasih ini kasih

Bercermin dahaga

akan sebuah nyawa

Takut hati ini takut

Berada di dalam kasih perhitungan Tuhan

Lemas kaki ini lemas

Di jurang-jurang maut

Nyaris…..

Aku teriris

Berkedip sedikit

kemudian

Tersalib

dan

Aku

Hilang

Dataran Lembah Hati

Posted On Februari 28, 2008

Disimpan dalam Puisi Persahabatan

Comments Dropped tinggalkan tanggapan

Hari ini kutuahkan

Secarik naskah pena

Berbuai di tubuh insan yang berharga

Disini ku lihat dirimu

Berkeluh tangis baur derita

Tragis kian

Aku pun tanggap

Coba bangkitkan ragamu

Dari cabik-cabik siksa

Memelukmu

Mengusap asin keringatmu

Membersihkan amis darahmu

Jangan kau terburu lagi

Oleh takut dan kebencian

Karena ada ku disini

Senantiasa dampingi dirimu

Di dataran lembah hati

Kesucian kasih terlimpah

Untuk sosok karib

Singgahan hidup

Menyembuhkan bukan Melawan

Posted On Februari 26, 2008

Disimpan dalam Puisi Kematian

Comments Dropped tinggalkan tanggapan

Sakit itu

peristirahatan sejenak dari Tuhan

agar hamba tak sesat jalan hidupnya

Sakit itu bukan dilawan

namun sakit disembuhkan

Disanapun terdengar

bisik-bisik sebuah tanya

 ”hai sakitku berakar mati,naifkah aku menyembuhkannya?”

Ya

itu jawabku

“Sakitku ini t’lah terpenggal kematian,sembuh itu kemunafikan”

Sembuh itu bukan kemunafikan

Matimu adalah jalan

Menuju kehidupan nan kekal

Menggembala Naluri Jiwa

Posted On Februari 26, 2008

Disimpan dalam Puisi Kematian

Comments Dropped tinggalkan tanggapan

Apakah arti hari ini

‘pabila masaku

kian lama kian menganga

kian detik tak lagi berharga

Apakah arti hari ini

‘pabila runtun dari arwahku

diperhitungkan

Tuhan…

Engkau yang berkuasa

atas kemulyaan detak jantung

di tubuh fanaku ini

atas berharganya denyut nadi

di urat ini

dan

atas segumpal darah yang mengalir

di sekujur tulang putih ini

Adakah senja esok sambut aku

Adakah dera angin malam untukku

dan

Adakah tidur untuk terbangun

atas diriku

Bersanding di Nisan Tua

Posted On Februari 26, 2008

Disimpan dalam Puisi Kematian

Comments Dropped tinggalkan tanggapan

Kala mungkin takdir ini

Merenggut di atas sebuah jiwa

Kembali kesebuah alam

dan

Membahana

Ku coba nikmati hiruk pikuk

kesenangan berarti…

Hitung masa dimana aku pergi…

Hitung detik dimana aku mati…

Kini ku coba biarkan…

Kidung ku bersinyalir

dengan raga-raga yang lain…

Agar tusuk lantunnya…

Coba menjantungi dunia…

Halaman Berikutnya »
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.